Selasa, 21 Oktober 2014

RESENSI FILM " CINTA TAPI BEDA"

RESENSI FILM
“ CINTA TAPI BEDA”

1.      PENDAHULUAN
A.      Judul Film
Cinta Tapi Beda
B.      Sutradara
Hestu Saputra dan hanung Bramantyo
C.      Produser
Gobind Punjabi dan Raam Punjabi
D.      Penulis Skenario
Taty Apriliyana, Perdana Kartawiyudha dan Novia Faizal
E.       Pemeran
-          Agnhi Prathista sebagai Diana
-          Reza Nangin sebagai Cahyo
-          Choky Sitohang sebagai Oka
-          Ratu Felisha sebagai Mitha
-          Agus Kuncoro sebagai teman laki-laki baru Mitha
-          Jajang C Noer sebagai Bunda Diana
-          Nungki Kusuma sebagai Mbak Diyah
-          August Melasz sebagai Pak Subiakto
-          Hudson Prananjaya sebagai David
-          Leroy Osmani sebagai Om Roland
-          Ayu diah Pasha sebagai Tante Stella
2.      ISI RESENSI
A.      Tema
Pernikahan Beda Agama
B.      Amanat
Perbedaan agama bukanlah sesuatu hal yang tabu, namun benar-benar terjadi di kehidupan bermasyarakat di Indonesia karna negara kita adalah negara Pluralisme, film ini menyampaikan bahwa perbedaan agama bukanlah suatu penghalang kita untuk hidup damai berdapingan dengan orang yang memiliki perbedaan keyakinan dengan kita.
C.      Alur
Alur yang digunakan pada film ini adalah alur maju.
-          Diana dan Cahyo bertemu di sebuah pertunjukan tari milik bibi dari cahyo.
-          Mereka mulai akrab dan sering menghabiskan waktu bersama.
-          Mereka mulai memikirkan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius sehingga Diana mengajak cahyo untuk berkenalan dengan om dan tantenya.
-          Cahyo mengajak Diana pergi menemui keluarganya di Yogyakarta, namun sambutan dari ayah cahyo kurang baik karena tidak setuju dengan hubungan keduanya.
-          Bunda dari Diana datang dan tidak menyetujui hubungan Diana dengan Cahyo karna tidak ingin anaknya pindah agama.
-          Konflik diantaranya mulai semakin rumit.
-          Diana dipertemukan oleh bundanya dengan Oka calon pilihan ibunya.
-          Diana dipaksa pulang ke [adang untuk dijodohkan dengan oka, namun kabur.
-          Diana dan cahyo berusaha untuk mengurus pernikahan beda agama mereka namun tidak bisa.
-          Ibunda Diana sakit dan akhirnya mereka memutuskan untuk menyerah pada keadaan.
-          Diana akhirnya menyetujui perjodohan dengan Oka, dan Cahyo Menyetujui dijodohkan dengan pilihan orang tuanya.
-          Pada saat beberapa hari menjelang pernikahannya Diana mengirim pesan kepada Cahyo.
-          Pada saat hari pernikahan akhirnya Pernikahan dibatalkan oleh Oka karna ia ingin melihat Diana bahagia dan bunda dari Diana pun merelakan anaknya.
-          Dan pada hari sebelum Diana menikah Cahyo meminta izin kepada orang tuanya untuk menyusul Diana ke Padang dan akhirnya diizinkan.
-          Pada saat Diana meninggalkan upacara pernikahannya yang ia batalkan ternyata cahyo datang dan mereka melanjutkan cerita mereka berdua.
D.      Perwatakan
-          Diana                     : berpendirian, toleransi, tidak mudah menyerah.
-          Cahyo                   : berpendirian, toleransi, tidak mudah menyerah.
-          Oka                        : lembut, sopan, rela berkorban.
-          Mitha                    : pembohong
-          Bunda Diana       : penyayang, keras, protektif.
-          Mbak Diyah        : baik, dan lemah lembut.
-          Pak Subiakto      : tegas, disiplin.
-          David                     :  toleransi, bijaksana.
-          Om Roland          : toleransi, sabar.
-          Tante Stella        : toleransi, sabar.
E.       Konflik
Perbedaan agama dan latar belakang keluarga, dan larangan orang tua yang sangat idealis membuat cahyo dan Diana sulit mendapatkan restu untuk menikah, ditambah dengan tidak bisanya menikah berbeda agama di Indonesia makin memperbanyak masalah mereka, bagi keluarga mereka pernikahan harus seiman, tapi mereka tidak ingin berubah atau merubah agama baik mereka masing-masing dan pasangannya. Akan tetapi keluarga tetap bersikukuh untuk tidak memberikan restu.
F.       Solusi dari Konflik
Masalah yang mereka hadapi sudah benar-benar mereka ketahui sebelumnya. Sehingga mereka mencoba beberapa cara yang dapat kita kaitkan dengan metode penyelesaian masalah sosiologi yaitu metode penyelesaian masalah secara terencana dan cara trial and error. Metode penyelesaian masalah mereka melalui metode penyelesaian adalah, dengan berencana mengajak pasanganya  untuk berkunjung ke rumah keluarga untuk diperkenalkan. Dan metode penyelesaian masalah berdasarkan metode trial and error dilakukan mereka dengan, mencoba berbibacara dengan pihak yang tidak setuju dengan hubungan mereka, mencoba untuk mengurus pernikahan mereka.



3.      PENUTUP
A.      Simpulan
Banyak masalah yang dihadapi Cahyo dan diana untuk mempertahankan dan melanjutkan hubungan mereka, namun dengan usaha dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat bersatu tanpa harus berubah keyakinan dapat terwujud. Walaupun banyak masalah yang mereka hadapi seperti tidak mendapat restu dari orang tua namun berkat usaha meyakinkan orang tua mereka mnasing-masing dapat meluluhkan masalah mereka juga. Selain itu banyaknya orang yang mendukung mereka untuk mempertahankan hubungan mereka juga ada beberapa orang yang membantu langsung mereka untuk berbicara denga pihak yang tidak setuju dengan hubungan mereka akhirnya mereka dapat melanjutkan hubungan mereka. Namun masalah tetap akan terjadi ketika mereka akan mendaftarkan pernikahannya karna di Indonesia pernikahan beda agama tidak bisa dilangsungkan di Indonesia.
B.      Saran

Untuk film ini saran saya adalah harus lebih banyak lagi masalah yang ada pada cerita sehingga kita dapat melihat bagaimana masalah-masalah tersebut dapat terselesaikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar